Skip to content
OZ News

OZ News

Dari Tumpukan Sampah Jadi Energi

Pembangunan PSEL Kota Bekasi dimulai di Bantar Gebang, ditargetkan mengolah 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik mulai pertengahan 2028.

Alat berat di atas gunungan sampah Bantar Gebang
Alat berat di atas gunungan sampah Bantar Gebang

Sampah menjadi salah satu masalah yang terus dihadapi oleh kota-kota besar, termasuk Kota Bekasi. Setiap hari, jumlah sampah yang dihasilkan terus bertambah dan membutuhkan tempat pengolahan yang cukup besar. Kini, tumpukan sampah di Bekasi akan diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, yaitu energi listrik.

Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Kota Bekasi resmi dimulai pada 26 Agustus 2026. Fasilitas tersebut dibangun di kawasan Ciketing Udik, Bantar Gebang, yang selama ini menjadi salah satu kawasan penting dalam pengelolaan sampah di wilayah Bekasi.

PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 70 persen dari total timbulan sampah yang dihasilkan Kota Bekasi.

Sampah yang masuk nantinya tidak hanya dikumpulkan, tetapi akan diproses menggunakan teknologi moving grate incinerator. Teknologi ini digunakan untuk mengolah sampah dengan proses pembakaran sehingga menghasilkan panas yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi. Sistem ini digunakan untuk membantu mengurangi emisi yang dihasilkan selama proses pengolahan sampah. Dengan begitu, pengolahan sampah diharapkan tetap memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

Kehadiran PSEL juga diharapkan dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Selama ini, sebagian besar sampah harus berakhir di tempat pembuangan dan terus menumpuk seiring bertambahnya jumlah sampah setiap hari.

Selain mengurangi jumlah sampah, proyek ini juga memberikan manfaat lain berupa energi listrik. Listrik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pembangunan PSEL Kota Bekasi dilakukan oleh Danantara Indonesia bersama Denera. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028.

Proyek ini menjadi salah satu langkah untuk mengubah cara sampah dikelola. Sampah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai limbah dan harus dibuang, kini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

Namun, pengolahan sampah menjadi energi bukan berarti masalah sampah selesai begitu saja. Kebiasaan mengurangi sampah dan memilah sampah dari rumah tetap penting dilakukan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, tumpukan sampah bisa dikurangi sekaligus memberikan manfaat baru bagi masyarakat.