Skip to content
OZ News

OZ News

Ariana Grande Repeat Order Ilustrator Depok Buat “Petal”

Ilustrator asal Depok, Tsaqif Baihaqi, kembali dipercaya Ariana Grande untuk menggarap tipografi dan matte painting video musik “Petal”.

Poster Petal dengan tipografi merah menyala
Poster Petal dengan tipografi merah menyala

Kalau sebelumnya cuma sekali, mungkin bisa dibilang kebetulan. Tapi kalau sampai dipanggil lagi? Ini namanya repeat order.

Ilustrator asal Depok, Tsaqif Baihaqi, kembali terlibat dalam proyek visual Ariana Grande. Kali ini, ia ikut menggarap kebutuhan visual untuk “Petal”, title track sekaligus bagian dari album terbaru Ariana yang dirilis pada 31 Juli 2026.

Yang bikin menarik, ini bukan kali pertama Tsaqif bekerja untuk Ariana.

Sebelumnya, ia bersama Rising67 Studio terlibat dalam pembuatan artwork untuk single hate that i made you love me. Karya tersebut bahkan tercantum dalam kredit resmi video musik dan mendapat perhatian karena membawa sentuhan ilustrasi dari kreator asal Depok ke proyek pop berskala global.

Dari “Hate That…” Balik Lagi di “Petal”

Untuk proyek Petal, Tsaqif mengerjakan tipografi dan matte painting yang digunakan dalam music video.

Menariknya lagi, referensinya bukan sekadar “bikin yang estetik”. Tsaqif mengungkap bahwa visual tersebut terinspirasi dari karya sutradara legendaris Alfred Hitchcock.

Tipografinya mengambil inspirasi dari Psycho, sementara matte painting-nya merujuk pada North by Northwest.

Jadi, kalau saat melihat visual Petal terasa ada vibe film thriller klasik, itu memang bukan kebetulan.

Digarap Cuma 7 Hari

Bagian yang mungkin bikin sesama pekerja kreatif ikut melongo: proyek tersebut dikerjakan dalam waktu sekitar tujuh hari, sudah termasuk proses revisi dan feedback.

Artinya, dari Depok ke proyek Ariana Grande, bukan cuma soal punya skill ilustrasi. Kreator juga dituntut mampu menangkap brief, menerjemahkan referensi, menerima revisi, dan mengirim hasil dalam deadline yang cukup singkat.

Dan sekarang hasilnya sudah ikut menjadi bagian dari Petal.

Bukan Lagi “Kreator Lokal yang Kebetulan Dipakai”

Cerita Tsaqif menarik karena menunjukkan satu hal: kreator Indonesia sebenarnya bisa masuk ke proyek global bukan hanya sebagai nama yang muncul sekali lalu selesai.

Kalau klien balik lagi, berarti ada sesuatu dari pekerjaan sebelumnya yang berhasil.

Rising67 sendiri sebelumnya dipercaya mengerjakan berbagai aset visual untuk hate that i made you love me, termasuk tipografi, poster promosi, dan elemen visual kampanye. Karya mereka mengusung pendekatan retro dengan inspirasi dari Michael Jackson.

Kini, nama Tsaqif kembali muncul di era Petal.

Dari Depok, masuk ke dunia Ariana Grande. Bukan lagi sekadar tembus proyek global, tapi sudah sampai tahap dipanggil balik.