OZ News
Trisnoize Pas’s Away: Ketika Skena Bandung Berkumpul untuk Trisno PAS Band
PAS Band menggelar Trisnoize Pas’s Away – An Evening of Gratitude untuk mengenang sang bassist, Trisno, bersama skena musik Bandung.

Ada yang berbeda dari sebuah panggung ketika orang yang biasanya berdiri di atasnya sudah nggak ada.
Hal itu terasa dalam “Trisnoize Pas’s Away – An Evening of Gratitude”, acara yang digelar PAS Band untuk mengenang sang bassist, Trisno, sekaligus menjadi ungkapan terima kasih kepada orang-orang yang terus memberikan doa dan dukungan selama masa perjuangannya.
Bukan sekadar konser tribute, acara ini terasa seperti satu malam untuk kembali berkumpul, memainkan musik, dan merayakan sosok Trisno bersama orang-orang yang pernah berbagi perjalanan dengannya.
Dari Doa Jadi Perayaan
Sebelum kepergiannya, kondisi kesehatan Trisno memang sempat menjadi perhatian. Pada Juli 2026, Sandy, drummer PAS Band, mengungkap bahwa Trisno tengah menjalani perawatan intensif setelah mengalami gagal ginjal dengan fungsi ginjal yang disebut tersisa sekitar lima persen. Ia juga mengalami penyumbatan darah di kepala yang membutuhkan tindakan operasi.
Di tengah kondisi tersebut, PAS Band tetap menjalankan aktivitas panggung dengan bassist pengganti sementara Trisno fokus menjalani perawatan.
Kini, setelah Trisno berpulang, panggung itu kembali menjadi tempat untuk mengenangnya.
Lewat Trisnoize Pas’s Away, PAS Band mengubah rasa kehilangan menjadi sebuah malam penuh musik dan kebersamaan. Materi acara menyebutnya sebagai “An Evening of Gratitude”—sebuah bentuk terima kasih untuk semua pihak yang telah berbagi doa, dukungan, dan kebaikan selama Trisno berjuang.
Trisno dan Warisan di Skena Musik
Buat penggemar musik Indonesia, Trisno bukan sekadar bassist PAS Band. Bersama PAS Band, ia menjadi bagian dari perjalanan panjang musik rock alternatif Indonesia sejak era 1990-an.
Kepergiannya meninggalkan ruang kosong di tubuh PAS Band, tetapi malam seperti Trisnoize Pas’s Away menunjukkan bahwa perjalanan seorang musisi nggak berhenti ketika ia turun dari panggung untuk terakhir kalinya.
Jejaknya masih terdengar dari lagu-lagu yang dimainkan, musisi yang datang, dan orang-orang yang memilih untuk berkumpul dan mengingatnya.
Karena pada akhirnya, musisi mungkin pergi, tapi noise yang ia tinggalkan bisa terus hidup.
Trisnoize forever.
