Skip to content
OZ News

OZ News

Dongker Hidupkan Ruang Publik Lewat "Melankolia di Kolong"

Dongker menggelar showcase di kolong Jembatan Pasupati dengan tiket berupa beras atau buku, sekaligus memperdengarkan materi baru menuju album kedua.

Poster Dongker Melankolia di Kolong di Kolong Skatepark
Poster Dongker Melankolia di Kolong di Kolong Skatepark

Bandung – Musik kembali menemukan rumahnya di ruang publik. Band punk asal Bandung, Dongker, menggelar showcase bertajuk “Melankolia di Kolong” di kawasan Taman Skateboard Cikapayang, tepat di bawah Jembatan Pasupati, Jumat (17/7). Berbeda dari konser pada umumnya, acara ini tak hanya menjadi panggung bagi karya-karya terbaru Dongker, tetapi juga menghadirkan ruang berbagi dan kepedulian sosial.

Alih-alih menjual tiket, Dongker mengajak setiap pengunjung membawa satu buku layak baca atau beras sebagai syarat masuk. Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat dan komunitas yang membutuhkan, menjadikan konser ini lebih dari sekadar hiburan.

“Melankolia di Kolong” menjadi langkah awal Dongker menuju perilisan album kedua mereka yang dijadwalkan meluncur pada Agustus 2026. Dalam penampilan tersebut, band ini juga membawakan sejumlah materi baru yang untuk pertama kalinya diperdengarkan langsung kepada publik. Penonton pun menjadi saksi fase baru perjalanan musikal Dongker yang kini tampil dengan eksplorasi suara yang lebih matang tanpa meninggalkan karakter khas mereka.

Suasana konser terasa hangat dan intim. Ratusan penonton memadati area pertunjukan sejak sore hari, membentuk lingkaran kebersamaan di bawah kolong jembatan. Meski berlangsung tanpa pengamanan berlapis, acara berjalan tertib berkat kesadaran kolektif para penonton yang saling menjaga kenyamanan selama pertunjukan berlangsung.

Pemilihan ruang publik sebagai lokasi konser juga menjadi simbol bahwa musik dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Di tengah riuhnya Kota Bandung, kolong jembatan yang biasanya hanya menjadi ruang lalu lalang, berubah menjadi tempat berkumpul, berbagi cerita, dan merayakan solidaritas melalui musik.

Lebih dari sekadar showcase album, “Melankolia di Kolong” menunjukkan bahwa sebuah konser dapat menjadi medium untuk membangun kepedulian sosial. Melalui konsep sederhana namun bermakna, Dongker berhasil menghadirkan pengalaman yang tidak hanya meninggalkan kesan musikal, tetapi juga mengajak publik untuk ikut berkontribusi bagi sesama.

Dengan memadukan karya, ruang publik, dan aksi sosial dalam satu panggung, “Melankolia di Kolong” menjadi bukti bahwa musik masih memiliki kekuatan untuk menyatukan banyak orang dan menghadirkan dampak nyata di luar panggung hiburan.

Sumber: Instagram @baladagehel